Makna Dibalik Nama Abdullah

Makna Dibalik Nama Abdullah

Di majelis Fathul Majid malam ini, ketika membahas hadits

وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله

“(Dan dia bersaksi) bahwa Muhammad adalah hamba Allahdan RasulNya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan rasulnya..”

Syaikh Shalih Al Ubud, mantan rektor Universitas Islam Madinah, menyebutkan faidah bahwa termasuk kefaqihan Raja Abdul Aziz (pendiri KSA modern), ketika ada seorang Inggris yang bernama John Philby masuk Islam, beliau beri nama Abdullah.

Philby awalnya menginginkan nama Muhammad, tapi kata Raja Abdul Aziz,

“Pilih saja nama Abdullah. Kalau tidak jadi Abdullah, hamba Allah yang selalu taat kepada Allah, maka sesungguhnya engkau telah menjadi Abdullah, hamba Allah yang harus tunduk pada keputusannya.”

Demikian nukilan dari Raja Abdul Aziz sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Shalih Al Ubud.

Raja Abdul Aziz memaksudkan dua jenis ubudiyah yang ada pada seorang hamba. Tidaklah seorang manusia melainkan dia menjadi hamba Allah dengan ubudiyyah ‘ammah.

إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (Maryam: 93)

Dan ketika Allah berikan dia hidayah maka dia akan beribadah kepada Allah, taat kepadaNya dan tidak bermaksiat, maka dia menjadi hamba Allah dengan ubudiyyah khosshoh..

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا

Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati. (Al Furqan: 63).

MENYINGGUNG KEBIASAAN MASYARAKAT

Syaikh Shalih Al Ubud kemudian menyinggung kebiasaan masyarakat Saudi yang sering memanggil orang yang tidak diketahui namanya dengan Muhammad.

Yang lebih baik adalah dia panggil dengan Abdullah, karena kalau dia bukan Abdullah dengan makna ubudiyyah khossoh, pastilah dia adalah Abdullah dengan makna ubudiyyah ‘ammah.

Paket aqiqah Tangerang

 

10 AMALAN BERSAMA NABI DI SURGA

10 AMALAN BERSAMA NABI DI SURGA

10 AMALAN BERSAMA NABI DI SURGA

(1). Mutaba’ah (mengikuti) dan taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama (di akhirat) dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (QS. An-Nisaa’ [4]: 69)

(2). Mencintai Nabi Muhammad

“Kami tidak pernah bergembira tentang sesuatu melebihi kegembiraan kami terhadap sabda Nabi : “Engkau Akan Bersama Dengan Siapa Yang Engkau Cintai”. Anas berkata : “Aku mencintai Nabi , Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka” (HR. Bukhari no. 3688 dan Muslim no. 2639, hadits dari Anas bin Malik)

(3). Melaksanakan rukun Islam dan tidak durhaka kepada kedua orang tua

“Seorang laki-laki datang kepada Nabi lalu berkata : “Wahai Rasulullah, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah utusan Allah. Aku shalat 5 waktu, menunaikan zakat hartaku dan berpuasa di bulan Ramadhan”. Maka Nabi bersabda : “Barangsiapa yang mati atas dasar ini, maka ia akan bersama dengan para Nabi, para shiddiqin, dan para syuhada pada Hari Kiamat seperti ini – sambil mengacungkan 2 jari – selagi ia tidak durhaka kepada kedua orang tuanya” (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, hadits dari ‘Amr bin Murrah al-Juhani, Shahiihut Targhiib no. 2515)

(4). Memperbanyak shalat sunnah

“Aku pernah bermalam bersama Rasulullah , lalu aku menyiapkan air wudhu dan keperluannya. Lalu beliau bersabda kepadaku : “Mintalah sesuatu !”. Maka aku menjawab : “Aku meminta kepadamu agar aku bisa bersamamu di Surga”. Beliau menjawab : “Ada lagi selain itu ?”. Aku katakan : “Itu saja ya Rasulullah”. Maka beliau bersabda : “Maka bantulah aku atas dirimu itu dengan memperbanyak sujud (shalat)” (HR. Muslim no. 489, dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami)

(5). Memperbanyak membaca shalawat

“Sesungguhnya manusia yang paling utama (dekat) denganku pada Hari Kiamat kelak adalah yang paling banyak bershalawat atasku” (HR. At-Tirmidzi, hadits dari Abdullah bin Mas’ud, Shahiihut Targhiib no. 1668)

(6). Merawat dan menyantuni anak yatim

“Aku dan orang yang merawat anak yatim di Surga kelak seperti ini” dan beliau pun memberi isyarat dengan jari tengah dan telunjuknya” (HR. Bukhari no. 6005, hadits dari Sahl bin Sa’d)

(7). Mendidik anak-anak wanita sehingga menjadi mukminah shalihah

“Barangsiapa yang memelihara (mendidik) dua wanita sampai mereka dewasa, maka aku akan masuk Surga bersamanya kelak seperti ini”, beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya” (HR. Bukhari, hadits dari Anas, lihat Shahih al-Adabul Mufrad no. 686)

(8). Memiliki akhlak yang mulia

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai & paling dekat majelisnya denganku di antara kalian pada Hari Kiamat kelak (di Surga) adalah yang paling baik akhlaknya…” (HR. At-Tirmidzi, hadits dari Jabir, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 2649)

(9). Selalu memperbanyak do’a

اللَّهمَّ إنِّي أسألُك إيمانًا لا يرتَدُّ ونعيمًا لا ينفَدُ ومرافقةَ محمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم في أعلى جنَّةِ الخُلدِ

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang tidak pernah lepas, kenikmatan yang tidak pernah habis dan dapat menyertai Nabi Muhammad di Surga yang tertinggi dan kekal” (HR. Ahmad VI/128 dan Ibnu Hibban no. 1970, atsar dari Abdullah bin Mas’ud, lihat ash-Shahiihah V/379).

(10). Anak shalih yang dapat mengangkat derajat orang tuanya atau sebaliknya

“Dan orang-orang yang beriman serta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan mereka dengan anak cucu mereka…” (QS. Ath-Thur [52]: 21)
Jika anak bersama Nabi di Surga, maka orang tuanya diangkat derajatnya bersama dengan anaknya di Surga yang sama, begitu pula jika orang tua yang bersama Nabi .

Rumah Aqiqah Terpercaya